Buka Prototipe

Akusolusi Digital · Fase 0 — Prototipe Demo

Lapisan intelijen
di atas data lereng
yang sudah Anda miliki.

Sensor radar dan GNSS di site sudah menghasilkan angka. Yang belum ada adalah lapisan yang mengubah angka itu menjadi keputusan: visualisasi 3D yang dipahami manajemen, klasifikasi TARP otomatis, dan proyeksi waktu runtuh. Halaman ini menjelaskan cara kerja prototipenya, apa saja yang sudah berjalan, dan data apa yang kami butuhkan untuk menyambungkannya ke site Anda.

Data pada prototipe
Simulasi
Deterministik, seed tetap
Rentang skenario
7 hari
673 sampel per titik
Titik pantau
8 GNSS
+ 1 radar lereng
Deliverable
1 file
99 KB, tanpa server

SIMULATED DATA Seluruh angka pada prototipe dibangkitkan fungsi simulasi untuk keperluan demo. Tidak ada data, nama, logo, atau koordinat perusahaan nyata yang digunakan.

01

Cara kerja sistem

Empat tahap, satu arah. Setiap tahap hanya bicara dengan tetangganya, sehingga mengganti sumber data di Fase 1 tidak menyentuh tiga tahap berikutnya.

    Tiga perhitungan inti

    Klasifikasi TARP otomatis Dari velocity ke tindakan

    Setiap titik diklasifikasi tiap sampel berdasarkan velocity sesaat. Ambangnya bukan angka mati: operator dapat mengubahnya di panel, dan seluruh titik, warna marker, serta log event langsung dihitung ulang.

    Ambang default pada prototipe
    LevelVelocityRespons
    L1 Normal< 0,5 mm/hMonitoring rutin
    L2 Attention≥ 0,5 mm/hTingkatkan frekuensi pemantauan
    L3 Warning≥ 2 mm/hBatasi akses area, notifikasi geotech
    L4 Critical≥ 5 mm/hStop operasi, barikade, evakuasi

    Ambang di atas mengikuti brief. Di implementasi nyata, angka ini ditetapkan geotech Anda dan dapat berbeda per sektor lereng.

    Lihat di prototipe: hari 6 saat level naik
    Prediksi Inverse velocity Metode Fukuzono, 1985

    Menjelang runtuh, lereng masuk fase tertiary creep: velocity naik secara hiperbolik, sehingga 1/v turun hampir lurus menuju nol. Regresi linier pada window 24 jam terakhir diekstrapolasi ke titik 1/v = 0, dan perpotongannya adalah perkiraan waktu runtuh.

    Masalahnya, metode ini hanya sahih di fase tersebut. Versi pertama prototipe ini memproyeksikan runtuh tiga jam ke depan pada hari 5 — padahal itu hanya transien saat hujan mulai turun, dan status TARP baru Warning. Kontradiksi semacam itu akan langsung dibantah geotech. Karena itu proyeksi hanya dirilis bila lolos tiga uji:

    • Kemiringan paruh pertama dan paruh kedua window sepadan, rasio 0,5–2,0.
    • Kecocokan regresi R² ≥ 0,8.
    • Velocity rata-rata window ≥ 0,5 mm/h.
    Konvergensi proyeksi pada skenario demo
    WaktuVelocityProyeksi runtuh
    Hari 52,18 mm/hDitolak uji linearitas
    Hari 63,91 mm/h185,6 jam
    Hari 711,54 mm/h180,6 jam

    Asimtot sebenarnya pada skenario ini 180 jam. Estimasi yang mengetat seiring mendekatnya runtuh adalah perilaku metode yang sesungguhnya di lapangan.

    Lihat di prototipe: hari 7, grafik 1/v
    Visual Heatmap deformasi Warna per vertex permukaan

    Permukaan pit adalah mesh dengan sekitar 43.000 vertex. Tiap vertex membawa nilai deformasi pada waktu t, lalu diwarnai hijau → kuning → oranye → merah, ditambah komponen emissive agar zona aktif tetap terbaca pada tema gelap. Tidak ada efek dekoratif: setiap pendar mewakili angka.

    Tiga layer dapat dipertukarkan, sama seperti di platform vendor: displacement (mm, kumulatif), velocity (mm/h), dan acceleration (mm/h²). Legenda ikut menyesuaikan satuan dan skala maksimumnya.

    Pembaruan heatmap dibatasi maksimum 20 kali per detik dan panel 5 kali per detik. Tanpa batas itu, playback 20× akan memakan seluruh frame budget pada laptop ber-GPU terintegrasi.

    Lihat di prototipe: zona merah hari 7

    02

    Fitur pada prototipe

    Semuanya berjalan di satu file HTML yang dibuka dengan klik ganda. Tanpa instalasi, tanpa server, tanpa login. Setiap kartu dapat dibuka langsung di momen yang relevan.

    Pit 3D interaktif

    Lubang tambang bertingkat dengan tujuh bench, highwall curam di sisi timur laut, haul road, dan grid lantai. Kamera orbit bebas dengan tiga preset: Overview, Highwall North, dan Top-down.

    Buka pada kondisi stabil

    Heatmap tiga layer

    Peta deformasi permukaan yang tumbuh mengikuti waktu, dapat dialihkan antara displacement, velocity, dan acceleration, lengkap dengan legenda bersatuan.

    Buka pada zona kritis

    Titik GNSS & vektor

    Delapan titik pantau dengan panah pergeseran yang panjang dan warnanya mengikuti besar pergerakan. Klik marker atau label untuk membuka detail: koordinat, elevasi, tiga metrik, level TARP, dan sparkline tujuh hari.

    Buka detail GNSS-02

    Radar lereng

    Ikon radar di tepi berlawanan highwall dengan sektor pindai transparan yang menggambarkan cakupan. Area dalam cakupan diberi tint tipis di permukaan pit.

    Panel TARP

    Ringkasan jumlah titik per level, ambang yang dapat diubah langsung, dan tabel respons per level. Mengubah satu angka ambang mengklasifikasi ulang seluruh titik seketika.

    Buka saat level mulai naik

    Log event & notifikasi

    Setiap kenaikan level tercatat dengan jam kejadian, terbaru di atas, maksimum 50 baris. Saat playback berjalan, kenaikan level juga memunculkan toast berisi tindakan yang disyaratkan.

    Timeline tujuh hari

    Slider 168 jam dengan Play/Pause dan kecepatan 1×, 5×, dan 20×. Pita biru menandai hujan lebat di hari 4, dan penanda ledakan menandai blasting di hari 2.

    Buka saat hujan lebat

    Pembeda gangguan sesaat

    Blasting hari 2 menaikkan velocity sesaat pada dua titik terdekat, namun tidak pernah menembus ambang Level 2 dan tidak memicu apa pun. Ini bukti sistem membedakan gangguan sesaat dari tren.

    Buka saat blasting

    Tiga grafik analitik

    Displacement, velocity dengan garis ambang L2/L3/L4, dan inverse velocity dengan garis regresi serta titik proyeksi runtuh. Semua mengikuti slider dan punya crosshair saat disorot.

    Tautan ke satu momen

    Alamat halaman menyimpan waktu dan titik yang sedang dibuka, sehingga satu kondisi tertentu bisa di-bookmark sebelum presentasi atau dikirim lewat pesan.

    Dwibahasa

    Label antarmuka dapat dialihkan Indonesia dan Inggris. Istilah teknis seperti TARP, velocity, displacement, highwall, dan bench tetap dalam bahasa Inggris sesuai kebiasaan lapangan.

    Responsif

    Diuji pada lebar 1440, 1280, 1024, dan 390 piksel. Di layar kecil panel berubah menjadi bottom sheet dengan tab, dan scene 3D tetap tampil.

    03

    Integrasi yang dibutuhkan

    Prototipe ini sengaja dibuat agar hanya satu lapisan yang perlu diganti. Berikut yang kami perlukan dari sisi Anda dan vendor untuk menyalakan data sungguhan.

    A. Jalur pengambilan data deformasi

    Empat opsi di bawah ini saling menggantikan, bukan saling melengkapi. Pilihan bergantung pada apa yang dibuka vendor dan seberapa cepat alarm harus sampai. Ketersediaannya masih perlu dikonfirmasi ke ComNav.

    REST API dari platform vendor

    Jalur paling bersih bila vendor menyediakan endpoint resmi. Kami menarik data berkala, tanpa menyentuh basis data internal mereka.

    Yang kami butuhkan
    Base URL, metode autentikasi, dokumentasi skema respons, dan batas laju permintaan.
    Latensi wajar
    Satu sampai lima menit, mengikuti interval polling.
    Kelebihan
    Kontrak jelas, aman terhadap pembaruan internal vendor.
    Risiko
    Bergantung ketersediaan endpoint dan kuota permintaan.

    B. Kontrak data minimum

    Apa pun jalurnya, engine hanya memerlukan bidang-bidang berikut per sampel. Bidang lain boleh ikut, akan diabaikan. Sertakan satu berkas contoh berisi data satu hari penuh agar kami dapat memverifikasi satuan dan zona waktu sebelum menulis kode.

    sample-pembacaan.json
    {
      "point_id":        "GNSS-05",
      "sensor_type":     "gnss",
      "timestamp":       "2026-10-12T00:00:00+08:00",
      "easting":         512480.25,
      "northing":        9823117.80,
      "elevation_m":     129.4,
      "displacement_mm": 312.7,
      "velocity_mmh":    11.54,
      "quality":         "fixed",
      "epoch_ref":       "2026-10-05T00:00:00+08:00"
    }
    displacement_mm
    Kumulatif terhadap epoch_ref, bukan selisih antar sampel. Bila vendor mengirim selisih, beri tahu kami agar tidak terakumulasi dua kali.
    velocity_mmh
    Opsional. Bila tidak ada, kami turunkan dari displacement. Bila ada, sebutkan panjang window perataannya.
    timestamp
    ISO 8601 dengan offset zona waktu. Seluruh sensor harus tersinkron NTP; selisih jam antar perangkat merusak perhitungan velocity.
    Koordinat
    UTM zona 50S untuk Kalimantan Timur, atau lintang-bujur bila itu yang tersedia. Sebutkan datum yang dipakai.
    quality
    Penanda mutu solusi GNSS. Sampel bermutu rendah tetap disimpan tetapi tidak boleh ikut menggerakkan proyeksi runtuh.
    Data radar
    Berbeda bentuk: raster deformasi beserta metadata georeferensi, atau sekumpulan titik sampling terpilih. Beri tahu mana yang tersedia.

    C. Model tiga dimensi pit

    Pit pada prototipe dibangkitkan prosedural. Agar prospek melihat site mereka sendiri, kami perlu geometri nyata dan sistem koordinat yang sama dengan data sensor.

    Format geometri
    Mesh OBJ atau GLB hasil fotogrametri drone, atau point cloud LAS/LAZ yang akan kami sederhanakan.
    Georeferensi
    Sistem koordinat dan datum yang sama dengan data sensor, agar titik GNSS jatuh tepat di permukaan.
    Kerapatan
    Cukup pada tingkat bench. Model terlalu rapat justru memberatkan browser dan akan kami kurangi.
    Pembaruan
    Jadwal survei ulang, karena bentuk pit berubah seiring penambangan.

    D. Yang perlu dipastikan sebelum menulis kode

    Daftar ini bukan pekerjaan teknis, tetapi menentukan apakah Fase 1 bisa berjalan. Centang yang sudah pasti untuk melihat seberapa siap kita.

    0 / 8 Belum ada yang dipastikan.

    04

    Jalan dari demo ke platform

    Empat fase. Yang Anda lihat sekarang adalah fase pertama, dan sudah berjalan.

    1. Fase 0 · Selesai

      Prototipe demo

      Pit 3D sintetis, heatmap deformasi, titik GNSS, panel TARP, timeline, dan grafik inverse velocity. Seluruh data simulasi dan diberi label jelas.

    2. Fase 1

      Data nyata

      Menyambung ke platform vendor melalui jalur yang disepakati, mengganti pit prosedural dengan model fotogrametri, dan memverifikasi satuan serta georeferensi.

    3. Fase 2

      Intelijen

      Engine TARP produksi, prediksi waktu runtuh dengan riwayat penuh, alarm WhatsApp dan email, laporan PDF otomatis, serta narasi ringkasan.

    4. Fase 3

      Platform

      Banyak site dan banyak pengguna, jejak audit, kontrol akses berbasis peran, dan pengamanan menyeluruh.

    Langkah berikutnya

    Satu pertemuan teknis bersama vendor untuk menentukan jalur data, lalu satu berkas contoh berisi data sehari penuh. Dari situ kami dapat memberi estimasi Fase 1 yang tidak mengada-ada.